Selasa, 28 November 2023

 Ngajari Elek


Guru biasanya dan seharusnya memberikan pembelajaran karakter yang baik kepada muridnya.

Suatu saat aku mengendarai sepeda motor menuju ke tempat tugas. Di depanku ada keluarga kecil mengantar anaknya dengan sepeda motor ke sekolah. Tiba-tiba sang ibu yang duduk di belakang melemparkan bungkusan ke pinggir jalan yang setelah ku tengok ternyata bungkusan sampah. Sungguh menyedihkan dan memilukan.

Saat ini bertebaran bungkusan-bungkusan sampah di pinggir jalan dari bungkusan yang kecil sampai bungkusan yang besar dengan trashback hitam. Salah siapakah ini atau tugas siapakah ini untuk mendakwahkan agar perbuatan ini tidak dilakukan.

Si ibu pada ceritaku di atas hakikatnya sebagai guru yang mengajari kejelekan kepada anak maupun keluarganya. Hal ini merupakan rekaman panjang akan diterima anaknya bahwa membuang sampah yang penting tidak di rumahnya, alhasil di sekolah bagaimanapun dibiasakan dan diarahkan untuk mengelola sampah dengan baik hasilnya masih mengecewakan.

Di sekolah guru berusaha untuk menyampaikan kebaikan bagaimana mengelola sampah, sedangkan guru yang ada di kehidupan anak mengajari untuk sak penake dewe. Guru di rumah yang ngajari elek.

Senin, 11 September 2023

Good by Matematika ?


Dengan perasaan penuh kebencian seorang siswa mengatakan ingin rasanya berpisah dengan matematika. Sang Guru balik menanyakan apakah hal itu mungkin bisa terjadi?

Matematika merupakan ilmu dasar yang ada di mana-mana dan selalu seseorang bertemu dengan konsep maupun pembelajaran yang di dalamnya terdapat ilmu matematika.

Dari bangun tidur misalnya sampai tidur kembali selalu matematika menemani dimanapun berada. Anda tidur di ruangan berbentuk model sebuah balok karena kamar anda berbentuk seperti itu. Membuka baju dengan membuka kancingnya yang berbentuk model tabung kecil ataupun semacam lingkaran dikancing bajunya.

Menuju kamar mandi di bak mandi umumnya berbentuk model balok dengan kucuran air dari kran yang bisa ditentukan debit air sehingga kapan waktunya penuh air ataupun kapan habis air bisa diperhitungkan.

Makan, minum, naik kendaraan bahkan belanja selalu berhubungan dengan matematika. Lalu kebencianmu dengan matematika apakah bisa kamu dengan mudah meninggalkannya? This is impossible to go away from mathematics science.

Bahkan, ya bahkan ketika seseorang sudah meninggal dunia pun tubuhnya yang tidak berdaya itu pun berhubungan dengan matematika. Masuk ke liang lahat berbentuk model balok. Bila muslim dibungkus kain kafan berbentuk daerah persegi panjang dengan potongan-potongan kain yang beraneka. Di tali dengan tali dengan jumlah tertentu umumnya berjumlah ganjil.

Ini yang lebih dahsyat

Ketika memasuki negeri akhirat bahkan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa pun nanti akan "bermain dengan matematika".  Kok bisa?

Di negeri akhirat nanti ada satu hari namanya Yaumul Hisab di mana di situ akan dihisab atau dihitung amal baik dan amal buruk mana yang lebih banyak setelah hitungan itu selesai masuklah ke Yaumul Mizan yakni hari di mana ditimbang amal baik dan buruk mana yang lebih berat.

Tampaknya tidaklah mungkin orang meninggalkan matematika sampai nanti di akhirat, ini adalah ilmu dasar di mana-mana ada matematika. Maka jangan benci matematika Jika memungkinkan cintai dan belajarlah untuk menghisab diri sendiri dalam renungan muhasabah.

Wallahua'lam bi showwab.

Sabtu, 09 September 2023

HAORNAS, 9 September 2023

Gelanggang Semangat Pemenang


Gelora untuk menjadi yang tercepat, tertinggi, terkuat, terhebat, dan ter ter ter baik lainnya tentu baik bagi kita semua. Terlebih untuk generasi muda penerus perjuangan bangsa. Gelanggang Semangat Pemenang menginspirasi untuk berbuat terbaik dan menjadi juara dalam lini talenta yang diikuti. 

Lalu apakah ketika menjadi pemenang sudah berada dipuncak kesuksesan ? 

Bahagia dan bisa yakin membanggakan ?

 Jawabnya tentu terdapat relatifitas tergantung bagaimana sudut pandang pemenangan yang dicapai seseorang. 

Bilamana tujuan akhir menjadi pemenang dalam sebuah kompetisi atau perlombaan, tentu ketika menjadi pemenang seakan sudah finish dan mendapatkan kepuasan dalam pencapaian kemenangan.  Semangat berkobar untuk mencapai kemenangan dalam sebuah gelanggang tentu positif untuk sebuah kesuksesan.

Bahkan ketika Rasulullah pulang dari perang Badar yang  dahsyat dengan kemenangan gemilang, beliau sampaikan "kita pulang dari perang yang kecil dan menuju peperangan yang lebih berat lagi, yakni perang melawan hawa nafsu."

Kemenangan dengan berbalut kecurangan, kemenangan dengan buaian keculasan, bahkan kemenangan yang diiringi dengan integritas tinggi namun diikuti dengan kesombongan pun, tentu ini akan berbalik menjadi kekalahan yang hakiki. Sungguh di gelanggang kompetisi integritas harus dijunjung tinggi, namun tidak kalah pentingnya adalah sikap rendah hati ketika kemenangan itu telah diraih akan "menyempurnakan" kemenangan yang dicapai menjadi kemenangan yang lebih dahsat.

Akhirnya semua berpulang kepada individu yang bermain peran dengan semangat di arena / gelanggang untuk menuju kemenangan, pilihan bagaimana bersikap terbaik untuk menuju kemenangan yang hakiki atau kemenangan semu yang justru akan menjadi kekalahan yang sebenarnya.

Semoga tidak salah pilih, atau berbelok arah menjadi pilihan yang salah.

Kamis, 24 Agustus 2023

 Jahat di Negara Karang kabondetan


politisasi program beasiswa semodel PIP ala Bondet 


Misal

Usulan beasiswa PKKP (program karang kabondetan pintar) sekolah ada nama X, Y, Z ketiganya sudah di ACC dalam status usulan sudah SK

di cek di SK yang muncul hanya dua siswa X, Y sedangkan yang  Z tidak muncul

ditengah keheranan operator, muncul orang tua Z dengan membawa formulir Partai TERTENTU dari DPR Karang Kabondetan pusat dan diformulir tersebut tertulis virtual account untuk aktivasi di bank BONDET, tinggal TTD KS

duuuuuuuuuh

pie negarane BONDET arep apik nek pendidikan we didadekke kendaraan untuk melanggengkan kekuasaan

Jelas keterlibatan oknum bisa mencabut data Z keluar dari system sipintar dinas pengajaran Karang Kabondetan

mumet nek mikir Negara karang kabondetan ngene iki


Bondet bondet bondet kapan kowe sadar

 Kecelik II

 

"Bersyukur beberapa tahun ini sekolah kita tidak ada kasus siswa hamil berarti kita cukup berhasil menjaga akhlak dan karakter dalam pergaulan." begitu dialog singkat dalam diskusi guru BK dan KS. Benarkah demikian?

duuuuh jangan Kecelik


Coba sesekali tengok HP anak anak, libatkan guru muda yang akan lebih lancar berselancar didunia maya dengan keyword ala anak-anak milenial. Nyesek .... bener-bener nyesek.

Bukan porno-pornoan yang tempo dulu kita kawatirkan. Justru saat ini hubungan sejenis yang membahayakan dan semacam laten kasusnya. Kalau sejenis kan "tidak akan ada" konsekuensi hukum maupun sosial, akibat langsung berupa kehamilan kan juga tidak ada. Bebaaaaaaas katanya. 

Kecelik

Dikira baik-baik saja, ternyata menjadi sangat berbahaya seperti kaum kafir bangsa Sodom zaman Nabi Luth. Sungguh ini penyakit dan bahaya laten yang merisaukan. Rusaknya generasi karena hubungan sesat ini. Dan tidak mengherankan ada anak usia remaja yang sudah terkena HIV bukan karena zina laki perempuan, tapi karena hubungan sejenis.

Gelombang informasi dari luar negeri yang membebaskan dan melegalkan hubungan sejenis, bahkan dengan hewan dibeberapa negara sungguh miris jika itu terjadi di tanah air kita. Pasang telinga, pasang mata, pasang rasa, waspada generasi kita akan dirusak oleh banyak hal dari mana saja.

Sabtu, 19 Agustus 2023

 Kecelik


Tertegun.... ya tertegun aku ketika menyaksikan realita yang sebelumnya hanya saya bayangkan hal ini ada. Ternyata benar adanya. Ketika melihat persiapan live streaming yang dilakukan anak-anak OSIS aku berkesempatan memegang dan melihat HP siswa. Ternyata aplikasi AI benar-benar sudah digenggaman siswa. Sedikit kuintip apa riwayat isinya, ternyata beberapa pertanyaan yang lazim ada pada saat pembelajaran dan jawaban dari otak pintar AI.

Duh begini ini yang selama ini kukawatirkan, guru akan kecelik. 

Setelah guru dilatih menyusun soal HOTS, beberapa key word kriteria soal kucobakan ke AI, dan ternyata..... jawaban sungguh mencengangkan. Soal yang berkriteria analisis atau konektifitas data dijawab dalam hitungan detik. 

Sebelumnya soal matematika yang begitu kelihatan rumit dengan hitungan yang dikira HOTS, dengan mudah dijawab pula oleh soft ware setara AI. Kecelik ... bener-bener kecelik.


Tantangan guru diabad ini antara banyak kemudahan dan banyak kesulitan yang mesti disiasati. Saatnya kawan kawan guru tidak cukup hanya keriuhan dengan trends merdeka belajar, tapi konten inovatif tetap terus harus digaungkan.

Hampir pasti, banyak pertanyaan dari guru dengan mudah dapat dipatahkan oleh siswa.

Ayo para guru berpacu, berkreasi, berinovasi agar tidak kecelik.

Senin, 31 Juli 2023

 Multi Kebaikan Dalam Satu Waktu


Dipagi yang sejuk meskipun terasa dingin ada banyak kebaikan yang bisa dilakukan dijam 06.30-06.59 WIB. Berdiri di gerbang sekolah dengan senyum menawan,  jabat tangan hangat dan doa untuk anak anak kita.

1. Semangat bersedekah cukup dengan senyum. 

"Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu". Senyuman yang manis dengan hati yang tulus insya Allah akan melembutkan hubungan antara kita dengan anak-anak.

2. Jabat tangan menggugurkan dosa dan menghilangkan dengki.

“Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian (maka) akan hilanglah kedengkian/dendam. Saling memberi hadiahlah kalian maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang permusuhan”.

3. Saling mendoakan kebaikan dan keselamatan

“Jika seseorang dari kalian bertemu dengan saudaranya maka ucapkanlah salam. Jika kemudian keduanya terhalang oleh pohon atau tembok atau batu, kemudian bertemu lagi, maka ucapkanlah salam lagi.”


Ketika Adzan Tak Lagi Terdengar

  Refleksi rusaknya Amplifier Masjid Oleh : Yuliyanto Suatu sore, suara yang biasanya mengisi langit kampung mendadak hilang. Bukan karena m...