Minggu, 17 Oktober 2021

Refleksi Kesempurnaan

 

SEMPURNA

Oleh : Yuliyanto,S.Pd.

 

Manusia adalah makhluk sempurna, jelas sekali dalam firman Allah surat At Tin ayat 4 “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,”. Sebaik-baiknya disini ada yang mengartikan sempurna.

Benar bahwa manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan Yang Maha Kuasa. Pengamatan obyektif menunjukkan fisik manusia lebih bagus dari makhluk lainnya. Binatang atau hewan yang cantik, menarik, menyenangkan, dan bahkan dengan kelebihan yang banyak tetap tidak dapat mengungguli sifat yang ada pada diri manusia. Kesempurnaan sifat fisik ini menunjukkan kelebihan yang ada pada diri manusia. Meskipun ada beberapa manusia yang memiliki fisik berbeda dengan manusia pada umumnya. Namun sifat fisik ini tentu tidak bisa untuk menggeneralisasi bahwa manusia lebih rendah dibanding makhluk lainnya.

Kesempurnaan fisik manusia ditunjang dengan adanya akal. Akal seringkali disamakan dengan otak. Kalau hewan dan manusia sama-sama memiliki otak, tentu ada yang membedakan sehingga menunjang sifat kesempurnaan manusia. Yang membedakan itu adalah akal untuk berfikir. Dari akal inilah manusia bertumbuh dan berkembang semakin baik dari waktu ke waktu. Manusia diawal hidupnya belajar diawali dengan insting seperti hewan, kemudian manusia dapat berkembang belajar dari pengalaman dan meningkatkan diri untuk sesuatu yang lebih baik. Sedangkan hewan terus menerus menggunakan insting untuk hidup.

Manusia memiliki akal yang bagus, namun untuk hidup lebih baik perlu adanya pengendalian rasa yang sering disebut budi. Dengan budi manusia menjadi lebih indah dalam hidupnya, dapat menuju keindahan yang hakiki karena akal dilandasi dengan budi yang baik. Sensor budi diberikan oleh Yang Maha Kuasa dengan seperangkat daging yang disebut hati. Tentu hati disini bukan semata organ hati yang ada di rongga dada, namun hati yang menyifati perilaku manusia. Hal ini diisyaratkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Ternyata kesempurnaan manusia itu terletak pada ketidaksempurnaannya. Bermakna manusia harus menuju kesempurnaan sejati dengan terus menggali potensi dirinya untuk terus menuju kesempurnaan yang hakiki. Perangkat tersebut ada pada akal dan budi. Jika akal dan budi tidak digunakan untuk menuju kesempurnaan sejati bisa jadi manusia akan menjadi makhluk yang hina. Hal ini diperingatkan oleh Allah dalam surat At Tin ayat 5 “kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,

Menuju kesempurnaan yang sejati harus terus diupayakan meski kita sempurna dalam ketidaksempurnaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Himpunan Soal-Soal HOTS

Himpunan Soal-Soal HOTS (soal beserta kunci) Silahkan di klik soal yang dikehendaki, bebas boleh di download Kelas 7 1. Literasi Kelas 7 2. ...